Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tulang Penyusun Rangka Tubuh

 Tulang Penyusun Rangka Tubuh
Tulang penyusun rangka manusia dapat dengan jelas kita lihat dan amati pada torso atau model rangka manusia. Di torso dengan jelas diperlihatkan rangka penyusun tubuh manusia dari ujung kepala sampai kaki.
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian:
1. tulang tengkorak, terdiri dari:  
  • tulang tempurung kepala; 
  • tulang tengkorak bagian muka;
2. tulang badan, terdiri dari:
  • tulang belakang; 
  • tulang dada;
  • tulang rusuk;
  • tulang gelang bahu;
  • tulang gelang panggul; dan
3. tulang anggota gerak, yang terdiri dari:  
  • tulang anggota gerak bagian atas; 
  • tulang gerak bagian bawah.
Rangka tubuh bagi manusia memiliki fungsi sebagai berikut.
  1. Memberi bentuk, contohnya tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah. 
  2. Sebagai penopang tubuh, contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh.
  3. Melindungi organ-organ dalam, contohnya tulangtulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru.
  4. Alat gerak pasif.
  5. Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot. Secara garis besar, tulang penyusun rangka tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tulang tengkorak, tulang anggota badan, dan tulang anggota gerak.

1. Tulang Tengkorak
Tulang tengkorak merupakan tulang pembentuk kepala. Tulang-tulang tengkorak sebagian besar disusun tulang yang berbentuk pipih. Tulang-tulang tersebut saling berhubungan membentuk tengkorak. Di dalam tengkorak ini terdapat mata, otak, dan organ lainnya yang terlindung oleh tulangtulang tengkorak tersebut. Tulang tengkorak tersusun atas tulang pipi, tulang rahang, tulang mata, tulang hidung, tulang dahi, tulang ubun-ubun, tulang pelipis, dan tulang baji. Agar lebih jelas, perhatikan gambar berikut.
 
Tengkorak Manusia

2. Tulang Anggota Badan
Tulang anggota badan tersusun oleh tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, dan gelang panggul. Masing-masing tulang tersebut membentuk kesatuan. Tulang anggota badan berfungsi melindungi organ-organ dalam yang lunak, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya.
Tulang belakang manusia
a. Tulang Belakang
Tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang yang fleksibel, tetapi kuat. Tulang belakang terdiri atas 33 ruas, yaitu 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang (sakrum), dan 4 ruas tulang ekor.
b. Tulang Dada
Tulang dada terletak dekat tulang rusuk atau lebih tepatnya di tengah-tengah dada. Tulang dada terdiri atas bagian hulu, badan, dan taju pedang.
c. Tulang Rusuk
Tulang rusuk pada manusia terdiri atas 24 buah atau 12 pasang. Tulang rusuk manusia memiliki fungsi sebagai pelindung organ-organ dalam, seperti jantung dan paruparu. Tulang rusuk manusia, terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang.
Tulang rusuk manusia

d. Tulang Panggul
Gelang panggul atau tulang panggul terletak di ujung bawah tulang belakang. Gelang panggul terdiri atas 2 tulang usus (ilium), 2 tulang kemaluan (ischium), dan 2 tulang duduk (pubis).
Tulang panggul manusia
3. Tulang Anggota Gerak
Tulang anggota gerak pada manusia terdiri atas tulang anggota gerak bagian atas (tangan) dan tulang anggota gerak bagian bawah (kaki). Masing-masing tulang tersebut tersusun oleh beberapa tulang. Apakah kamu tahu penyusun tulang anggota gerak bagian atas dan bagian bawah? Tulang anggota gerak bagian atas atau tangan terbentuk dari tulang lengan atas (humerus), tulang pengumpil (radius), dan tulang hasta (ulna). Adapun tulang penyusun anggota gerak bagian bawah adalah tulang paha (femur), tulang betis (fibula), dan tulang kering (tibia). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.
Tulang anggota gerak
Sumber : http://www.artikelbiologi.com/2012/11/tulang-penyusun-rangka-tubuh.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan dan Perkembangan
 
Pada hewan dan tumbuhan, pertumbuhan ditandai dengan pertambahan tinggi atau besar. Jadi, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran makhluk hidup yang sifatnya tidak dapat kembali lagi. Contoh yang lebih jelas, coba perhatikan diri kamu sejak saat kecil dulu hingga sekarang duduk di bangku sekolah. Terdapat perubahan, bukan? Tubuh kamu semakin besar dan tinggi.
Bagaimana makhluk hidup dapat tumbuh? Pada makhluk hidup yang hanya terdiri atas satu sel,pertumbuhan ditunjukkan oleh bertambah besarnya sel tersebut. Pada makhluk hidup yang tersusun oleh banyak sel, pertumbuhan disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukuran sel-sel penyusun makhluk hidup tersebut. Penambahan tinggi tumbuhan, penambahan besar diameter tumbuhan, dan penambahan tinggi suatu hewan merupakan bukti-bukti bahwa tumbuhan atau hewan tersebut tumbuh. Dapatkah kamu menunjukkan bukti-bukti lain bahwa suatu makhluk hidup tumbuh?
Apa yang diperlukan agar makhluk hidup tumbuh? Untuk pembentukan dan pembesaran sel-selnya, mahluk hidup harus mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan. Pada hewan dan manusia, bahan-bahan tersebut diperoleh dengan cara makan. Pada tumbuhan bahan-bahan tersebut didapat melalui fotosintesis dan pengambilan unsurunsur mineral dari tanah.
pupuk sangat dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya. Zatzat yang dikandung pupuk digunakan bagi pembentuk sel-sel baru dan kelancaran metabolisme tanaman. Tumbuhan memerlukan sejumlah mineral. Tanaman yang tidak diberi pupuk akan kekurangan mineral sehingga pertumbuhannya terganggu ataupun agak terhambat.
Makhluk hidup tidak hanya tumbuh, makhluk hidup juga mengalami perkembangan. Jika kamu menanam biji tanaman, biji tersebut akan menjadi kecambah. Selanjutnya bukan pertambahan ukuran kecambah saja yang terjadi, namun juga perkembangan ke arah bentuk dewasa tanaman tersebut. Misalnya, biji yang kamu tanam adalah biji kacang merah, maka setelah berkecambah, yang terjadi bukan hanya pertambahan ukuran kecambah kacang merah saja. Seiring dengan waktu, kecambah akan tumbuh membesar membentuk akar, daun, cabang, dan menghasilkan bunga. Perhatikan Gambar 1.2 berikut.
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
Gambar 1.2 Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tanaman kacang merah. Perhatikan, tanaman tersebut mengalami perubahan yang tampak jelas.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan, perkembangan merupakan proses perubahan makhluk hidup dengan pembentukan organ-organ yang mengarah pada kedewasaan. Pada beberapa makhluk hidup, terutama makhluk hidup yang mengalami metamorfosis (proses perubahan bentuk selama pertumbuhan mahluk hidup hingga mencapai bentuk dewasa) perkembangan yang terjadi dapat diamati dengan cukup jelas. Misalnya, pada kupu-kupu. Perhatikan Gambar 1.3 yang memperlihatkan proses perkembangan pada kupu-kupu.
 
metamorfosis kupu-kupu
Gambar 1.3 Perkembangan yang terlihat jelas pada kupu-kupu. Dimulai dari telur – larva – pupa – kupu-kupu muda – kupu-kupu dewasa.
Pada kupu-kupu terlihat jelas adanya tahapan-tahapan perkembangan. Kupu-kupu awalnya berasal dari telur, lalu menetas menjadi ulat (larva). Ulat berubah menjadi kepompong (pupa), kemudian berubah menjadi kupu-kupu. Setiap tahapan perkembangan dapat diamati dengan cukup jelas. Tahapan perkembangan yang cukup jelas juga dapat diamati pada perkembangan katak (Gambar 1.4).
Metamorfosis katak
Gambar 1.4 Pada katak ini terlihat jelas pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi.
“Metamorfosis adalah serangkain perubahan bentuk selama pertumbuhan dari bentuk muda menjadi bentuk dewasa”
 Pada tahapan perkembangan katak, kamu tidak dapat mengatakan bahwa seekor berudu yang besar berarti sudah dewasa atau sebaliknya, katak yang kecil berarti belum dewasa. Karena, sebesar apapun berudu katak, kamu akan mengatakan bahwa dia masih lebih muda dibandingkan seekor katak yang ukurannya kecil sekalipun. Seekor beruduyang besar tidak akan dapat bereproduksi karena organ-organ kelaminnya belum matang, sedangkan katak yang berukuran kecil mungkin dapat bisa bereproduksi sebab organ kelaminnya sudah lebih matang.
Salah satu ciri makhluk hidup yang telah mencapai tahap akhir perkembangannya adalah kematangan organ-organ reproduksi. Kematangan organ reproduksi pada hewan tidak terlalu mencolok, namun pada tumbuhan kematangan organ reproduksi dapat dengan mudah diamati. Munculnya bunga pada tumbuhan merupakan tanda yang amat jelas bahwa perkembangan tumbuhan tersebut telah matang. Dengan matangnya organ-organ reproduksi, makhluk hidup dapat bereproduksi untuk menghasilkan keturunan baru.
Mengapa makhluk hidup bereproduksi? Reproduksi merupakan salah satu usaha makhluk hidup untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Makhluk hidup yang tidak mampu bereproduksi tidak akan mempunyai keturunan sehingga jika makhluk hidup tersebut mati maka tidak akan ada lagi yang menggantikannya. Sebaliknya makhluk hidup yang mampu bereproduksi dan menghasilkan keturunan yang banyak akan lebih berpeluang untuk tetap lestari di bumi.
Tahukah kalian beberapa binatang yang telah atau hampir punah? Harimau jawa, badak jawa, gajah sumatra, orang utan, dan banteng adalah beberapa contoh binatang langka yang perlu dilindungi. Binatang-binantang tersebut memiliki masa tumbuhan dan perkembangan yang lama (beberapa tahun). Dari sejak binatang tersebut dilahirkan sampai binatang tersebut dewasa dan mampu berkembang biak memerlukan waktu yang lama. Selain itu, jumlah keturunan yang dihasilkan oleh binatang-binatang tersebut juga sedikit. Akibatnya, apabila ada jenis binatang tersebut yang mati akan sulit tergantikan sebab diperlukan waktu yang lama untuk melahirkan anak.
Cobalah kalian bandingkan dengan nyamuk. Masa pertumbuhan dan perkembangan nyamuk sangat singkat (hanya beberapa hari). Dari sejak telur hingga menjadi nyamuk dewasa yang bisa menghasilkan keturunan yang sangat banyak jumlahnya. Oleh karena itu, sekalipun hampir setiap hari banyak nyamuk yang mati terbunuh, namun nyamuk tidak punah.
Jelaslah kini bahwa pertumbuhan dan perkembangan sangat mempengaruhi kelestarian suatu makhluk hidup. Semakin pendek masa pertumbuhan dan perkembangan suatu makhluk hidup serta semakin banyak jumlah keturunan yang dihasilkannya, makhluk hidup tersebut akan semakin bisa mempertahankan kelangsungan keturunannya. Sebaliknya, semakin lama masa pertumbuhan dan perkembangan serta semakin sedikit jumlah keturunan yang dihasilkan suatu mahkluk hidup, maka semakin sulit makhluk hidup tersebut mempertahankan kelestariannya.

sumber : http://www.artikelbiologi.com/2012/05/pertumbuhan-dan-perkembangan.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hewan Invertebrata

HEWAN INVETEBERATA

KELOMPOK HEWAN TIDAK BERTULANG BELAKANG (INVERTEBRATA)
Kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) merupakan kelompok hewan yang paling banyak di muka bumi, hampir 2 juta jenis yang telah dikenali saat ini. Hidup pada lingkungan yang beragam, dari lingkungan hutan, gua, sampai lumpur dasar laut.
Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bersel satu, hewan berpori, hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berkulit duri, dan hewan berkaki beruas-ruas.


Kelompok hewan bersel satu (Protozoa) berukuran sangat kecil sehingga tidak tampak dilihat dengan mata biasa. Hewan bersel satu umumnya hidup di tempat basah, misalnya di laut atau air tawar bahkan di dalam darah. Makanannya berupa tumbuhan dan organisme bersel satu lainnya. Hewan bersel satu berkembang biak dengan cara membelah diri. Contoh hewan bersel satu diantaranya paramecium, mempunyai ukuran sekitar 0,3 mm.
Kelompok hewan berpori (Porifera) seluruh tubuhnya berlubang-lubang halus, rangkanya tersusun dari zat kapur, kersik, atau zat tanduk. Hidup di laut yang dangkal dan berair jernih, karena hidup menempel maka tidak bisa bergerak bebas. Contoh hewan berpori adalah spon karang (bunga karang). Spon karang tidak mempunyai syarat atau organ sensor. Makanan dan air didapatkannya melalui lubang pori-pori dan diproses oleh sel khusus yang disebut “sel pengembara”. Sel pengembara ini yang mendistribusikan makanan ke seluruh tubuh spon karang.



Kelompok hewan berongga (Coelenterata) mempunyai bentuk tubuh seperti tabung. Bentuk tubuhnya bisa beragam tetapi mempunyai rongga dengan mulut yang dikelilingi oleh alat peraba yang disebut tentakel. Dalam keadaan berenang, mulutnya menghadap ke dasar laut. Tubuh hewan berongga terdiri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm) dan sistem otot yang membujur dan menyilang. Contoh hewan berongga antara lain ubur-ubur, hidra, dan anemon laut.
Kelompok cacing (Vermes) bertubuh lunak, tidak mempunyai kaki dan rangka. Hidup di tanah dan di air tawar maupun air laut. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan.
Tubuh cacing dibedakan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
- cacing beruas-ruas, contohnya cacing tanah, lintah, dan pacet.
- cacing pipih, contohnya cacing pita, cacing hati, dan planaria.
- cacing gilik, contohnya cacing perut, cacing tambang, dan cacing kremi.

Kelompok hewan lunak (Mollusca) mempunyai tubuh yang lunak, tidak mempunyai tulang ataupun rangka dan dilindungi oleh cangkang keras yang terbuat dari zat kapur. Tubuh hewan lunak mempunyai kelenjar yang menghasilkan lendir. Ada sekitar 100.000 jenis dalam kelompok hewan lunak, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kupang, sotong, dan keong.
Kelompok hewan berkulit duri ( Echinodermata) seluruh tubuhnya tertutup oleh duri, tidak berkepala, dan mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur di luar tubuhnya (eksoskeleton). Hewan berkulit duri mempunyai mulut yang dikelilingi oleh kaki berbentuk tabung yang mempunyai alat pengisap di bagian ujungnya. Mempunyai pencernaan yang baik, tetapi sistem saraf dan sistem peredaran darahnya masih sederhana. Contoh hewan berkulit duri adalah bintang laut, bulu babi, teripang, dan landak laut.


Kelompok hewan berkaki beruas-ruas (Arthropoda) memiliki tubuh yang dilapisi oleh kulit luar yang tersusun dari zat kitin, protein dan zat kapur, membentuk rangka luar. Beberapa jenis tertentu seperti lalat dan ngengat hanya mempunyai kulit luar yang lunak, sedangkan yang lain seperti ketam dan udang laut mempunyai kulit luar yang keras.
Tubuh hewan Arthropoda terdiri dari beberapa bagian dan masing-masing bagian mempunyai kaki sendiri-sendiri. Kakinya beruas-ruas dan digunakan untuk berenang atau berjalan. Pada beberapa jenis tertentu juga berfungsi untuk penghisap bahan makanan bahkan untuk pertahanan. Hewan arthropoda dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu lipan, labah-labah, udang-udangan, dan serangga.
Kelompok lipan hanya mempunyai kepala dan tubuh yang beruas-ruas dan dilapisi oleh kulit luar yang tersusun oleh zat kitin. Pada kepalanya terdapat sepasang antena yang berfungsi sebagai alat peraba dan mata sederhana untuk melihat. Pada tiap-tiap bagian tubuh lipan terdapat dua pasang kaki. Tubuh lipan bisa mempunyai 9 sampai 100 bagian tergantung pada jenisnya, dengan demikian kaki lipan sangat banyak akibatnya lipan berjalan pelan dengan gerakan kaki seperti gelombang pada sepanjang badannya.
Kelompok labah-labah mempunyai dua bagian utama tubuh, abdomen dan cephalothorax, yaitu kepala dan rongga dada bekerja sama. Labah-labah mempunyai empat pasang kaki tetapi tidak mempunyai antena peraba. Anggota kelompok labah-labah yang terkenal adalah kalajengking. Panjang kalajengking sekitar 2,5 – 8 cm.Tubuhnya kecil, mempunyai delapan kaki, dua sumpit besar, dan satu ekor beruas-ruas. Pada ekornya terdapat alat penyengat berbisa yang disediakan oleh sepasang kelenjar racun. Ekornya biasanya dibengkokkan menaik dan maju di atas pungungnya.
Kelompok udang-udangan mempunyai tubuh yang tersusun dari tiga bagian, yaitu kepala, rongga dada, dan abdomen. Pada beberapa jenis, kepala dan rongga dada jadi satu membentuk cephalothorax. Kulit luarnya keras tersusun dari zat chitin dan zat kapur. Kelompok udang-udangan mempunyai lima pasang antena, dua pasang di atas kepala, dua pasang di rahang bawah, dua pasang di rahang atas dan satu di badan yang berfungsi bila bernapas, berenang, berjalan dan lain-lain. Contoh kelompok udang-udangan adalah udang, kepiting, dan kutu air.
Kelompok serangga mempunyai tubuh yang tersusun dari tiga bagian, yaitu kepala, rongga dada, dan abdomen. Hampir semua serangga mempunyai sayap, sehingga menjadikan serangga satu-satunya hewan tidak bertulang belakang yang bisa terbang. Bentuk tubuhnya beragam, ada yang panjang, pipih, dan bulat. Ukurannyapun beragam mulai dari 0,2 mm – 35 cm. Pada bagian depan kepalanya, serangga mempunyai dua antena yang berfungsi sebagai alat peraba. Serangga mempunyai mata campuran yang terdiri dari ribuan “mata tunggal”. Pada beberapa jenis serangga seperti lebah, kupu-kupu, dan lalat, alat perabanya terletak di kaki. Contoh serangga adalah lebah, kupu-kupu, lalat, capung, dan nyamuk.

sumber : http://tokohbelajar.blogspot.co.id/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hewan Vertebrata

HEWAN VETERBRATA



Ada sekitar 50.000 jenis hewan bertulang belakang (vertebrata) yang diketahui sampai saat ini. Mereka hidup pada semua lingkungan biologi baik di daratan, air laut, air tawar, maupun udara. Walaupun bentuk dan ukuran tubuhnya beragam tetapi mempunyai struktur dasar tubuh yang sama. Hewan bertulang belakang umumnya terdiri dari kepala dan tubuh. Tubuh terdiri dari rongga dada dan abdomen. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat biasanya mempunyai leher.
Kelompok ikan adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang. Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk memudahkan bergerak di dalam air Secara umum ikan dibedakan berdasarkan penyusun rangka tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan ikan berkerangka tulang sejati.
Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.

Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor.

Kelompok hewan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam. Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
Kelompok hewan melata (reptil) adalah binatang bertulang belakang berkulit berkulit kering, bersisik, dan bernapas dengan paru-paru. Hewan melata termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
Kura-kura dan penyu mempunyai tubuh yang lebar dan dibungkus oleh kulit cangkang yang tersusun dari zat tanduk yang keras dan kasar. Kulit bagian atas berbentuk cembung dan bundar disebut karapaks dan kulit bagian bawah datar disebut plastron yang berfungsi menyokong dan melindungi tubuh kura-kura.
Kadal mempunyai tubuh panjang dan langsing yang meruncing ke belakang dan berakhir berupa ekor. Leher kadal panjang, pada badannya terdapat empat kaki dengan lima jari pada masing-masing kaki. Kadal adalah hewan yang sangat tangkas, dapat lari dan merayap dengan cepat. Ekor kadal yang panjang bisa membantu pergerakannya. Beberapa jenis memutuskan ekornya bila dalam keadaan bahaya. Ekornya yang diputus akan bergerak-gerak dan menarik perhatian musuh sehingga kadal dapat lari dan selamat dari bahaya.
Ular mempunyai tubuh yang panjang tanpa kaki, seluruh tubuhnya ditutupi sisik yang tumpang tindih, berfungsi untuk meluncur di atas tanah. Ular mempunyai lidah bercabang dua yang sering dijulurkan ke luar mulutnya, lidah ini berfungsi sebagai alat pembau yang membantu organ perasa yang terletak di dalam mulutnya. Mata ular selalu terbuka karena tidak mempunyai kelopak tetapi ditutupi oleh suatu lapisan bening.
Buaya mempunyai tubuh yang panjang, berkulit tebal, berkaki pendek, dan ekor panjang yang kuat, biasanya lebih panjang dibanding badannya. Buaya mempunyai moncong yang panjang dilengkapi gigi yang kuat dan tajam untuk menangkap mangsa. Gigi buaya berjumlah 30 – 40 buah pada setiap rahang dan akan tampak tersambung ketika mulutnya tertutup. Dan gigi keempat pada kedua rahangnya tampak menonjol ketika mulutnya tertutup.
Tuatara adalah satu-satunya sisa keturunan hewan melata purba yang hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Pertumbuhan dan perkembangan tuatara sangat lambat. Panjang tubuhnya berkisar 46 – 24 cm. Pertumbuhannya berlangsung sampai umur 25 – 35 tahun, sedangkan usianya bisa mencapai 100 tahun. Tuatara hanya bisa ditemukan di beberapa kepulauan di panatai Selandia Baru. Pada malam hari tuatara mencari serangga, burung-burung, atau kadal, sedangkan pada siang hari tidur.
Burung adalah hewan berbulu yang mempunyai sayap sehingga bisa terbang. Kecepatan burung terbang bisa mencapai 160 km/jam. Namun tidak semua jenis burung bisa terbang, misalnya penguin dan burung unta. Penguin berenang dan burung unta berjalan dengan kakinya, sedangkan sayapnya digunakan untuk menjaga keseimbangan.
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai tubuh yang tertutup oleh rambut dan memiliki alat gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap. Hewan menyusui berkembang biak dengan melahirkan anak, tetapi ada juga yang bertelur. Hewan betina memiliki kelenjar susu yang berfungsi untuk memberi makanan kepada anaknya pada awal pertumbuhan.
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai sistem peredaran darah yang efisien dan tertutup, mempunyai satu jantung dengan dua bilik jantung. Hewan menyusui bernapas dengan paru-paru dan mempunyai sistem saraf. Tengkoraknya terpisah dari tulang belakang dan dihubungkan oleh tulang leher. Hewan menyusui (mamalia) merupakan bagian dari hewan bertulang belakang. Berdasarkan ciri-ciri dasarnya hewan menyusui dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia monotrema, mamalia marsupialia, dan mamalia plasenta.
Mamalia monotrema adalah hewan menyusui yang mengerami telurnya. Merupakan kelompok hewan menyusui yang jumlahnya paling sedikit, hanya dua jenis yang masih hidup saat ini, yaitu platipus dan echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur. Telurnya dibuahi di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar akan mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang.
Mamalia marsupialia adalah hewan menyusui yang berkantong. Kelompok hewan ini melahirkan anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di dalam kantongnya. Terdapat sekitar 266 anggota kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum.
Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan melahirkan anaknya. Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri kelompok hewan ini adalah memiliki rambut di seluruh tubuhnya . Selain itu betinanya memiliki kelenjar susu. Kelompok hewan menyusui banyak ragamnya, diantaranya:
Kelinci mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek. Tubuhnya ditutupi oleh bulu yang tebal. Kaki belakangnya lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan dengan kaki depan. Kelinci tidak berjalan tetapi meloncat.
Simpanse bisa mencapai tinggi 1,75 m dan mempunyai tubuh pendek gemuk dan kuat. Lengannya lebih panjang dibandingkan dengan kakinya dan mempunyai ibu jari. Warna bulunya coklat ke hitam-hitaman, wajahnya lebih terang dengan bibir yang tebal. Simpanse menghabiskan waktunya dengan berjalan atau merangkak. Walau demikian simpanse juga pemanjat yang baik untuk mencari buah-buahan dan daun-daunan sebagai makanannya.
Lumba-lumba termasuk dari sub ordo ikan paus, terdiri dari 32 jenis. Merupakan hewan menyusui yang hidup di air dan bernapas dengan paru-paru. Lumba-lumba bisa berenang dengan sangat cepat untuk mencari makanannya berupa ikan kecil yang ada di permukaan air.

KELOMPOK HEWAN BERTULANG BELAKANG (VERTEBRATA) 

Ada sekitar 50.000 jenis hewan bertulang belakang (vertebrata) yang diketahui sampai saat ini. Mereka hidup pada semua lingkungan biologi baik di daratan, air laut, air tawar, maupun udara. Walaupun bentuk dan ukuran tubuhnya beragam tetapi mempunyai struktur dasar tubuh yang sama. Hewan bertulang belakang umumnya terdiri dari kepala dan tubuh. Tubuh terdiri dari rongga dada dan abdomen. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat biasanya mempunyai leher.
Kelompok ikan adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang. Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk memudahkan bergerak di dalam air Secara umum ikan dibedakan berdasarkan penyusun rangka tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan ikan berkerangka tulang sejati.
Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.

Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor.

Kelompok hewan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam. Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
Kelompok hewan melata (reptil) adalah binatang bertulang belakang berkulit berkulit kering, bersisik, dan bernapas dengan paru-paru. Hewan melata termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
Kura-kura dan penyu mempunyai tubuh yang lebar dan dibungkus oleh kulit cangkang yang tersusun dari zat tanduk yang keras dan kasar. Kulit bagian atas berbentuk cembung dan bundar disebut karapaks dan kulit bagian bawah datar disebut plastron yang berfungsi menyokong dan melindungi tubuh kura-kura.
Kadal mempunyai tubuh panjang dan langsing yang meruncing ke belakang dan berakhir berupa ekor. Leher kadal panjang, pada badannya terdapat empat kaki dengan lima jari pada masing-masing kaki. Kadal adalah hewan yang sangat tangkas, dapat lari dan merayap dengan cepat. Ekor kadal yang panjang bisa membantu pergerakannya. Beberapa jenis memutuskan ekornya bila dalam keadaan bahaya. Ekornya yang diputus akan bergerak-gerak dan menarik perhatian musuh sehingga kadal dapat lari dan selamat dari bahaya.
Ular mempunyai tubuh yang panjang tanpa kaki, seluruh tubuhnya ditutupi sisik yang tumpang tindih, berfungsi untuk meluncur di atas tanah. Ular mempunyai lidah bercabang dua yang sering dijulurkan ke luar mulutnya, lidah ini berfungsi sebagai alat pembau yang membantu organ perasa yang terletak di dalam mulutnya. Mata ular selalu terbuka karena tidak mempunyai kelopak tetapi ditutupi oleh suatu lapisan bening.
Buaya mempunyai tubuh yang panjang, berkulit tebal, berkaki pendek, dan ekor panjang yang kuat, biasanya lebih panjang dibanding badannya. Buaya mempunyai moncong yang panjang dilengkapi gigi yang kuat dan tajam untuk menangkap mangsa. Gigi buaya berjumlah 30 – 40 buah pada setiap rahang dan akan tampak tersambung ketika mulutnya tertutup. Dan gigi keempat pada kedua rahangnya tampak menonjol ketika mulutnya tertutup.
Tuatara adalah satu-satunya sisa keturunan hewan melata purba yang hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Pertumbuhan dan perkembangan tuatara sangat lambat. Panjang tubuhnya berkisar 46 – 24 cm. Pertumbuhannya berlangsung sampai umur 25 – 35 tahun, sedangkan usianya bisa mencapai 100 tahun. Tuatara hanya bisa ditemukan di beberapa kepulauan di panatai Selandia Baru. Pada malam hari tuatara mencari serangga, burung-burung, atau kadal, sedangkan pada siang hari tidur.
Burung adalah hewan berbulu yang mempunyai sayap sehingga bisa terbang. Kecepatan burung terbang bisa mencapai 160 km/jam. Namun tidak semua jenis burung bisa terbang, misalnya penguin dan burung unta. Penguin berenang dan burung unta berjalan dengan kakinya, sedangkan sayapnya digunakan untuk menjaga keseimbangan.
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai tubuh yang tertutup oleh rambut dan memiliki alat gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap. Hewan menyusui berkembang biak dengan melahirkan anak, tetapi ada juga yang bertelur. Hewan betina memiliki kelenjar susu yang berfungsi untuk memberi makanan kepada anaknya pada awal pertumbuhan.
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai sistem peredaran darah yang efisien dan tertutup, mempunyai satu jantung dengan dua bilik jantung. Hewan menyusui bernapas dengan paru-paru dan mempunyai sistem saraf. Tengkoraknya terpisah dari tulang belakang dan dihubungkan oleh tulang leher. Hewan menyusui (mamalia) merupakan bagian dari hewan bertulang belakang. Berdasarkan ciri-ciri dasarnya hewan menyusui dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia monotrema, mamalia marsupialia, dan mamalia plasenta.
Mamalia monotrema adalah hewan menyusui yang mengerami telurnya. Merupakan kelompok hewan menyusui yang jumlahnya paling sedikit, hanya dua jenis yang masih hidup saat ini, yaitu platipus dan echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur. Telurnya dibuahi di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar akan mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang.
Mamalia marsupialia adalah hewan menyusui yang berkantong. Kelompok hewan ini melahirkan anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di dalam kantongnya. Terdapat sekitar 266 anggota kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum.
Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan melahirkan anaknya. Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri kelompok hewan ini adalah memiliki rambut di seluruh tubuhnya . Selain itu betinanya memiliki kelenjar susu. Kelompok hewan menyusui banyak ragamnya, diantaranya:
Kelinci mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek. Tubuhnya ditutupi oleh bulu yang tebal. Kaki belakangnya lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan dengan kaki depan. Kelinci tidak berjalan tetapi meloncat.
Simpanse bisa mencapai tinggi 1,75 m dan mempunyai tubuh pendek gemuk dan kuat. Lengannya lebih panjang dibandingkan dengan kakinya dan mempunyai ibu jari. Warna bulunya coklat ke hitam-hitaman, wajahnya lebih terang dengan bibir yang tebal. Simpanse menghabiskan waktunya dengan berjalan atau merangkak. Walau demikian simpanse juga pemanjat yang baik untuk mencari buah-buahan dan daun-daunan sebagai makanannya.
Lumba-lumba termasuk dari sub ordo ikan paus, terdiri dari 32 jenis. Merupakan hewan menyusui yang hidup di air dan bernapas dengan paru-paru. Lumba-lumba bisa berenang dengan sangat cepat untuk mencari makanannya berupa ikan kecil yang ada di permukaan air.

sumber : http://tokohbelajar.blogspot.co.id/2012/01/hewan-veterbrata.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Asam dan Basa

ASAM BASA

Asam Asam itu asal ya dari bahasa latin, yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam menurut Arrhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut air. Kekuatan asam ditentukan oleh banyak-sedikitnya ion hidrogen yang dihasilkan. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya.
No Nama asam Terdapat dalam

1. Asam asetat Larutan cuka
2. Asam askorbat Jeruk,tomat,sayuran
3. Asam sitrat Jeruk
4. Asam tanat Teh
5. Asam karbonat Minuman berkarbonasi
6. Asam klorida Lambung
7. Asam nitrat Pupuk,peledak (TNT)
8. Asam laktat Susu yang difermentasikan
9. Asam sulfat Baterai mobil,pupuk
10. Asam benzoat bahan pengawet makanan

1. Sifat asam
Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
a. Memiliki rasa asam/masam/kecut jika dikecap.
b. Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
c. Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
d. Bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan karat pada logam.
e. Jika diuji dengan kertas lakmus, mengakibatkan perubahan warna sebagai
berikut.

• Lakmus biru -> berubah menjadi warna merah.
• Lakmus merah -> tetap berwarna merah.
f. Menghantarkan arus listrik.
g. Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.

Pengelompokan asam
Berdasarkan kekuatannya, asam itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya).
b. Asam lemah, adalah asam yang sedikit menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (hanya terionisasi sebagian).

Asam juga berguna dalam kehidupan sehari-hari kita lho, contohnya adalah sebagai berikut:
a. Proses dalam pembuatan pupuk
b. Proses dalam Pembuatan obat-obatan
c. Pembersih permukaan logam
d. Proses pembuatan Bahan peledak
e. Proses pembuatan Pengawet makanan

Basa
Basa kalu menurut Arrhenius ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah menghasilkan ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan, maka semakin kuat lah sifat basanya. Basa juga dapat menetralisasikan asam (H+) dan menghasilkan air (H20).

Inilah Beberapa basa yang sudah dikenal oleh manusia yang dapat dilihat pada tabel berikut
No Nama asam Terdapat dalam
1. Aluminium hidroksida Deodoran dan antasida
2. Kalsium hidroksida Mortar dan plester
3. Magnesium hidroksida Obat urus-urus dan antasida
4. Natrium hidroksida Bahan sabun

Karakteristik basa
Suatu zat dapat dikatakan basa jika zat tersebut punya sifat sebagai berikut.
a. Rasanya itu Pahit dan terasa licin pada kulit.
b. Apabila dilarutkan dalam air zat tersebut akan akan menghasilkan ion OH”.
c. Memiliki pH di atas 7 (pH > 7).
d. Bersifat elektrolit.
e. Jika diuji menggunakan kertas lakmus akan memberikan hasil sebagai berikut.

• Lakmus merah -> berubah warnanya menjadi biru.
• Lakmus biru -> tetap berwarna biru
f. Menetralkan sifat asam.

Pengelompokan basa
Berdasarkan kemampuan melepaskan ion OH”, basa dapat terbagi menjadi 2 yaitu :
a. Basa kuat, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah yang besar. Basa kuat biasanya disebut dengan istilah kausatik. Contohnya kayak Natrium hidroksida, Kalium hidroksida, dan Kalsium hidroksida.
b. Sedangkan Basa lemah, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH” dalam jumlah kecil.Contohnya kayak ammonia.

Penggunaan basa dalam suatu kehidupan sehari-hari
a. Bahan dalam pembuatan semen.
b. Pembuatan deterjen/sabun.
c. Baking soda dalam pembuatan kue.

Garam
Garam ialah zat senyawa yang telah disusun oleh ion positif (anion) basa dan ion negatif (kation) asam. Jika asam dan basa tepat habis bereaksi maka reaksinya disebut reaksi penetralan (reaksi netralisasi).

Beberapa contoh garam yang dikenal orang sebagai berikut.
NO Nama garam Rumus Nama dagang manfaat

1. Natrium klorida NaCI Garam dapur Penamabah rasa makanan
2. Natrium bikarbonat NaHCO3 baking soda Pengembang kue
3. Kalsium karbonat CaCO3 kalsit Cat tembok dan bahan karet
4. Kalsium nitrat KNO3 Saltpeter Pupuk dan bahan peledak
5. Kalsium karbonat K2CO3 Potash Sabun dan kaca
6. Natrium posfat Na3PO4 TSP Deterjen
7. Amonium klorida NH4CI Salmiak Baterai kering

Berikut ini ragam indikator.
1. Indikator alami (terbuat dari zat warna alami tumbuhah)
Indikator alami hanya bisa menunjukkan apakah zat tersebut bersifat asam atau basa, tetapi tidak dapat menunjukan nilai pH-nya. Contohnya kayak Ekstrak bunga mawar. Ekstrak kembang sepatu. Ekstrak kunyit. Ekstrak temulawak. Ekstrak wortel. Ekstrak kol (kubis) merah. Tanaman Hydrangea


Indikator sintetis yang umum ini digunakan di laboratorium adalah:
a. Kertas lakmus. Indikator lakmus tidak dapat menunjukkan nilai pH, tetapi hanya mengidentlfikasikan apakah suatu zat bersifat basa atau asam. Jika lakmus berwarna merah berarti zat bersifat asam dan jika lakmus berwarna biru berarti lakmus bersifat basa.


b. Indikator sintesis, yang memiliki kisaran nilai pH adalah:
Nama indikator trayek pH Perubahan warna
1. fenolftalein (pp) 8,3-10 tak berwarna-merah muda
2. Metil orange(Mo) 3,2-4,4 Merah-kuning
3. Metil merah (Mm) 4,8-6,0 Merah-kuning
4. Bromtimol biru (Bb) 6,0-7,6 Kuning-biru
5. Metil biru (Mb) 10,6-13,4 Biru-ungu

Indikator universal, yakni indikator yang punya warna standar yang berbeda untuk setiap nilai pH 1 - 14. Fungsi indikator universal adalah untuk memeriksa derajat keasaman (pH) suatu zat secara akurat. Mat yang termasuk indikator universal adalah pH meter yang menghasilkan data pembacaan indikator secara digital.


Berikut ini adalah karakteristik dari garam.
1. Memiliki titik lebur yang tinggi.
2. Merupakan senyawa ionik dengan ikatan kuat.
3. Dalam bentuk leburan atau larutan dapat menghantarkan listrik.
4. Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral. Sifat ini tergantung dari jenis asam/basa kuat pembentuknya.

Secara umum, proses pembentukan garam dirumuskan sebagai berikut.
Asam + Basa -> Garam + Air

Contoh:

2Cu (s) + 2HCI 2CuCI H2
(logam tembaga) + (asam klorida encer) -> tembaga klorida + (gas hidrogen)

Reaksi kimia lain yang dapat menghasilkan garam adalah:
1.Asam + Basa menghasilkan garam + air
2.Basa + Oksida asam menghasilkan garam + air
3.Asam + Oksida basa menghasilkan garam + air
4.Oksida asam + Oksida basa Menghasilkan garam
5.Logam + Asam menghasilkan garam menghasilkan garam + H2

Indikator, Skala Keasaman dan Kebasaan
Indikator adalah senyawa kompleks yang bisa bereaksi dengan asam dan basa. Indikator digunakan untuk mengidentifikasi apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Selain itu, indikator juga digunakan untuk mengetahui titik tingkat kekuatan asam atau basa. Skala keasaman dan kebasaan ditunjukkan oleh besar-kecilnya nilai pH yang skalanya dari 0 sampai dengan 14. Semakin kecil nilai pH maka senyawa tersebut semakin asam. Sebaliknya, semakin besar nilai pH maka senyawa tersebut semakin bersifat basa.
Indikator dapat terbuat dari zat warna alami tanaman atau dibuat secara sintetis di laboratorium. Syarat dapat atau tidaknya suatu zat dijadikan indikator asam-basa adalah bisa terjadi perubahan warna apabila suatu indikator diteteskan pada larutan asam atau basa.

sumber : http://tokohbelajar.blogspot.co.id/2012/01/asam-basa.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MIkroskop

MIKROSKOP

Dalam materi ini kita akan mempelajari Biologi SMP Preceptorial kelas VII Semester Itentang Mikroskop.
BAB I
Pengamatan Objek, Penggunaan Objek, Penggunaan Alat dan Teknik Keselamatan
A. Mikroskop
Mikroskop adalah suatu alat optik yang berfungsi untuk melihat benda-benda kecil yang tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata.
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Anthony Van Leeuwenhoek pada tahun (1632 – 1723).
Mikroskop memiliki dua lensa yaitu lensa obyektif dan lensa okuler.
Mikroskop Yang memiliki sebuah lensa okuler disebut mikroskop monokuler sedangkan mikroskop yang memiliki dua lensa disebut mikroskop binokuler.
BAB I
Pengamatan Objek, Penggunaan Objek, Penggunaan Alat dan Teknik Keselamatan
A. Mikroskop
1. Bagian-bagian Mikroskop
  • Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar penampakan benda yang dibentuk oleh lensa okuler.
  • Tabung okuler berfungsi untuk mengatur fokus.
  • Pengatur fokus kasar berfungsi memfokuskan bayangan objek.
  • Pengatur fokus kasar memfokuskan bayangan secara lambat.
  • Revolver untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan.
  • Lensa objektif untuk memilih lensa objektif dan memperbesar benda.
  • Lengan mikrosko sebagai pegangan saat mikroskop diangkat.
  • Meja mikroskop tempat untuk meletakkan objek yang diamati.
  • Penjepit objek utuk menjepit preparat diatas meja preparat.
  • Kondensor mengatur intensitas cahaya yang masuk dalam mikroskop.
  • Diafragma mengatur banyak sedikitnya cahaya yang dikehendaki.
  • Cermin mengarahkan cahaya agar tetap masuk ke dalam mikroskop.
  • Kaki mikroskop menjaga mikroskop agar dapat berdiridengan mantap diatas meja.
2. Cara Menggunakan Mikroskop
  1. Membawa mikroskop, mikroskop dibawa dengan tangan satu memegang lengan mikroskop dan tanggan satu memegang kaki mikroskop
  2. Meletakkan mikroskop, mikroskop diletakkan dimeja datar yang cukup cahaya tetapi tidak langsung menghadap cahaya.
  3. Menemukan bidang pandang cara menemukannya dengan mengatur caermin dengan melihat lensa okuler.
  4. Mengatur fokus dan menemukan bayangan ayitu dengan cara menggerakkan fokus kasas dan menggerakkan fokus halus secara hati-hati jangan sampai tersentuh tangan.
  5. Menyimpan Mikroskop setelah pengamatan selesai maka naikan tabung mikroskop dengan cara menggerakkan pengatur fokus kasar. Ambil objek kemudian bersihkan lensa objektif, tutup diagframa, turunkan kondensor, dan posisikan cermin.
sumber : http://tokohbelajar.blogspot.co.id/2012/01/mikroskop.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Metabolisme

A.    PENDAHULUAN
Metabolisme adalah keseluruhan perubahan reaksi kimia yang berlangsung dalam sel tubuh mahkluk hidup dengan konsekuensi perubahan energi yang menyertainya. Anabolisme adalah peristiwa penyusunan senyawa kompleks (organik) dari senyawa sederhana (anorganik) dengan bantuan energi dari luar sehingga reaksinya termasuk endotermis (endergonik). Contoh peristiwa fotosintesis dan khemosintesis. Katabolisme adalah peristiwa pemecahan senyawa kompleks (organik) menjadi senyawa sederhana (anorganik) dan membebaskan energi, sehingga reaksinya termasuk eksotermis (eksergonik). Contoh peristiwa fermentasi dan respirasi.

B.     ENZIM/BIOKATALISTOR
Enzim/ Biokatalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi yang terjadi di dalam sel mahkluk hidup. Enzim tersusun atas senyawa protein dan nonprotein.
1.      Komponen Enzim
adalah apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim merupakan bagian aktif enzim, tersususun atas protein dan mudah berubah (labil) terhadap faktor lingkungan, misalnya pH dan suhu. Gugus protestik merupakan gugus yang tidak aktif, berupa unsur – unsur logam, seperti besi (Fe2+), mangan (Mn2+), magnesium (Mg2+) dan natrium (Na+) yang disebut kofaktor. Gugus prostetik juga dapat berupa bahan organik selain protein seperti vitamin B yang disebutkoenzim.
2.      Kerja enzim
Cara kerja enzim dapat digambarkan melalui hipotesis kunci gembok (lock and key hypothesis). Sisi aktif enzim mempunyai konfigurasi aktif tertentu dan hanya substrat tertentu yang dapat tergabung. Hal ini menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Secara sederhana reaksi enzim dapat dituliskan :

     E          +         S         ↔         ES        ↔       E     +      P
(enzim)         (substrat)           (kompleks)      (enzim)     (hasil)
 
 





3.      Sifat – sifat Enzim
a.       Biokatalisator
Enzim berfungsi mempercepat reaksi kimia. Proses percepatan reaksi kimia oleh enzim dengan cara menurunkan energi aktivasinya.
b.      Protein
Sifat – sifat enzim sama dengan protein, yang dipengaruhi suhu dan pH. Pada suhu rendah enzim mengalami koagulasi dan pada suhu yang tinggi menyebabkan denaturasi. pH yang tidak cocok dapat menyebabkan ionisasi dari gugus karboksil dan amin serta menyebabkan denaturasi.
c.       Bekerja spesifik
Dalam mereaksikan suatu zat tertentu memerlukan enzim tertentu pula atau one enzyme one substrate (satu jenis enzim hanya khusus untuk satu substrat). Contoh enzim maltase hanya dapat memecah maltosa menjadi glukosa saja.
d.      Tidak berperan bolak-balik
Enzim dapat bekerja menguraikan suatu substrat menjadi substrat tertentu akan tetapi tidak dapat kembali menyusun substrat semula. Sebagai contoh enzim kelompok protease dapat menguraikan protein menjadi asam amino, tetapi tidak dapat menggabungkan asam amino dengan asam amino yang lain menjadi protein.

e.       Bekerja cepat
Enzim dapat bekerja cepat. Sifat cepat enzim disebabkan enzim hanya berfungsi menurunkan energi aktivasi pada awal reaksi kimia dalam sel.
f.       Enzim ikut bereaksi dan terbentuk kembali pada akhir reaksi
Enzim dapat mempercepat reaksi dengan menurunkan energi aktivasi dengan jalan ikut bereaksi dan terbentuk kembali pada akhir reaksi. Tetapi enzim kadang menjadi rusak selama reaksi dan harus diganti.
g.      Kerja enzim dipengaruhi lingkungan
Inhibitor mempunyai struktur mirip substrat dan dapat tergabung dalam reaksi enzimatik sehingga aktivitas enzim menjadi terganggu. Inhibitor yang menghambat kerja enzim pada sisi pasif disebut inhibitor nonkompetitif.

C.    KATABOLISME
Katabolisme merupakan reaksi pemecahan/penguraian senyawa kompleks (organik) menjadi sederhana (anorganik) yang akan menghasilkan energi. Berdasarkan kebutuhan oksigennya respirasi dibedakan menjadi respirasi aerobik, yaitu respirasi yang menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi dan respirasi anaerobik, yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi.
1.      Respirasi Aerobik
Respirasi aerob secara garis besar dapat dibedakan menjadi 3 tahapan utama dan 1 tahap transisi, yaitu glikolisis, (dekarboksilasi oksidatif), siklus krebs, dan tranpor elektron.
a.       Glikolisis
Glikolisis adalah peristiwa pemecahan satu molekul glokosa (6 atom C) menjadi asam piruvat (3 atom C) yang berlangsung di sitosol sitoplasma dalam kondisi anaerob. Pada peristiwa ini menghasilkan hasil samping berupa 2 molekul NADH2 dan 2 molekul ATP. Untuk mempernudah memahami peristiws glikolisis dapat diringkas menjadi dua tahapan pokok sebagai berikut.



 








Berdasarkan tahapan secara singkat di atas, untuk memecah glukosa menjadi asam piruvat dibutuhkan 2 ATP, terjadi pelepasan energi 4 ATP, serta pelepasan hidrogen yang ditangkap oleh kofaktor NAD+ (Nicotinamide Adenie Dinucleotida) menjadi NADH. Hasil bersih dari pemecahan 1 glukosa dalam glikolisis adalah 2 molekul asam piruvat,    2 ATP dan 2 NADH2.

b.      Dekarboksilasi Oksidatif
Dekarboksilasi Oksidatif adalah peristiwa pelepasan gugus karboksil dari asam piruvat (2 C3) dan penambahan molekul koA sehingga menghasilkan Asetil koA (2 C2) dalam suasana aerob yang berlangsung di membran krista mitokondria. Bukti adanya pelepasan gugus karboksil dari 2 asam pirvat adalah dihasilkannya 2 CO2 dan 2 NADH2 pada akhir reaksi. Reaksi dekarboksilasi oksidatif dikatalisis oleh enzim piruvat dehidrogenase.


 









c.       Siklus krebs
Daur asam sitrat atau daur Krebs adalah siklus pemecahan asetil KoA menjadi CO2yang berlangsung secara anaerob di dalam matriks mitokondria. Asetil koA sebagai bahan dalam siklus ini masuk dan bereaksi dengan asam oksaloasetat (C4) menjadi asam sitrat (C8). Selanjutnya asam sitrat (6C) akan secara bertahap akan melepaskan 2 atom C-nya sehingga menjadi asam oksaloasetat (C4) lagi. Peristiwa pelepasan atom C diikuti dengan pelepasan energi yang berupa ATP. Pada tiap tahap pelepasan ATP dapat langsung digunakan oleh sel. Selain ATP, hydrogen juga dilepaskan, bergabung dengan NAD dan FAD (Flavoadenine Dinukleotida) menjadi NADH dan FADH2 untuk dibawa menuju system transpor yang direaksikan dengan oksigen menghasilkan air. Secara ringkas siklus krebs terbagi menjadi 5 tahapan :


1.      2 Asetil KoA + 2 Oksaloasetat + H2O → 2 Asam sitrat
            (2 C2)                 (2C4)                                (2C6)
2.      2 Asam Sitrat + H2O + 2 NAD → 2 α Ketoglutarat + 2 CO2 + 2 NADH2
            (2C6)                                                  (2 C5)
3.      2 α Ketoglutarat + 2 ADP + 2 NAD → 2 Suksinat + 2 ATP + 2 CO2 + 2 NADH2
                (2 C5)                                                (2C4)
4.      2 Suksinat + H2O + 2 FAD → 2 Malat + 2 FADH2
           (2C4)                                      (2C4)
5.      2 Malat + 2 NAD → 2 Oksaloasetat + 2 NADH2
           (2 C4)                            (2 C4)
 
 













Berdasarkan ringkasan 5 tahapan proses siklus Krebs di atas dapat diketahui bahwa hasil akhir siklus ini adalah 4 CO2, 6 NADH2, 2 FADH2, dan 2 ATP.

d.      Sistem Transpor Elektron
Tranpor elektron adalah peristiwa pelepasan elektron berenergi tinggi dari NADH2dan FADH2 dari glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs untuk menghasilkan ATP dan H2O yang berlangsung di membran krista dalam suasana aerob.
Tahap glikolilis dihasilkan 2 NADH2, dekarboksilasi oksidatif dihasilkan 2 NADH2, dan pada siklus Krebs dihasilkan 6 NADH2 dan 2 FADH2. Total NADH2 dan FADH2 yang terbentuk pada 3 tahap respirasi adalah 10 NADH2 dan 2 FADH2. Selanjutnya 10 NADH2 akan masuk dalam sistem transpor elektron dan dapat melepaskan 30 ATP         (1 NADH setara 3 ATP), sedang 2 ADH2 akan melepaskan 4 ATP (1 FADH2 setara 2 ATP), Hidrogen yang terlepas dari FAD dan NAD selanjutnya akan diterima oleh oksigen dan menjadi H2O. Jumlah hydrogen yang dapat dilepaskan pada transport elektron dari 2 FADH2 (4 H+) dan 10 NADH (10 NADH2= 20 H+) sebanyak 24 H+. selanjutnya 24 H+ diterima oleh 6 O2 dan membentuk 12 H2O. Pada pembentukan H2O ini O2 berfungsi sebagai akseptor hidrogen. Hasil yang berupa 12 H2O dari transpor elektron ini sebanyak 6 H2O digunakan pada siklus Krebs sehingga hasil bersih molekul air hanya sebanyak 6 H2O.

Gambar 2.1 Tahap Transpor Elektron
(Sumber Gambar : Biologi jilid 1.John W. Kimball, 1990: 155)

Berdasarkan diagram alur transpor elektron diatas dapat disimpulkan bahwa hasil akhir tahap ini berupa 34 ATP dan 6 H2O.
Setelah kita mencermati masing – masing tahapan respirasi aerob di atas maka secara sederhana dapat dituliskan reaksi kimianya sebagai berikut :
C6H12O6  +  6 O2 → 6 H2O + 6CO2 + 38 ATP

2.   Respirasi Anaerob
Respirasi anaerob merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Sel jamur dan bakteri tertentu dapat melakukan respirasi anaerob. Ketika kita berlari dengan cepat, sel – sel jaringan otot kita juga melakukan respirasi anaerob. Proses penguraian pada respirasi anaerob disebut fermentasi. Fermentasi dibedakan menjadi dua, yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat.
a.       Fermentasi asam laktat
C6H12O6 → 2 CH3CH(OH)COOH + 47 Kkal
  Glukosa              asam laktat
b.      Fermentasi alkohol (pada ragi)
C6H12O6 → 2 CH3CH(OH)COOH + 28 Kkal
  Glukosa                alkohol

D.    ANABOLISME
1.      Fotosintesis
Fotosintesis adalah peristiwa pembentukan glukosa yang berasal fari penggabungan karbondioksida (CO2) dan air (H2O) yang berlangsung di dalam kloroplas dengan menggunakan energi cahaya matahari. Reaksi fotosintesis secara singkat dapat dituliskan sebagai berikut.
                                  Cahaya matahari
6 CO2 + 12 H2O                                                                 C6H12O6
                                                     Klorofil
a.       Komponen Fotosintesis
Komponen – komponen essensial yang diperlukan adalah bahan baku (CO2 dan H2O), cahaya (merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu), pigmen (klorofil a, klorofil b, dan karotenoid) dan enzim (reduktase/reaksi terang dan rubisco/reaksi gelap).

b.      Tempat Terjadinya Fotosintesis
Reaksi fotosintesis terjadi di dalam organel sel yang disebut kloroplas. Kloroplas mempunyai membran yang terorganisasi menjadi kantong pipi yang disebut tilakoid. Tumpukan tilakoid disebut grana dan di sekitar tilakoid terdapat cairan disebut stroma yang terdapat enzim. Di dalam kloroplas terdapat beberapa pigmen antara lain klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. Klorofil a (C15H72O5N4Mg) berperan dalam reaksi terang dan mampu menyerap terutama cahaya merah, biru dan ungu. Klorofil b (C55H70O5N4Mg) mampu menyerap cahaya biru dan oranye. Karotenoid merupakan pigmen kuning oranye yang menyerap cahaya biru – hijau.

Gambar 2.2 Struktur Klorofil a dan b
(Sumber Gambar : Biology. Raven Johnson, 2003:190)

c.       Reaksi Fotosintesis
Proses fotosintesis berlangsung melalui dua tahap yaitu reaksi terang (fotolisis) dan reaksi gelap (fiksasi CO2). Pada reaksi terang (fotolisis) terjadi pemecahan air oleh cahaya (foton) dan klorofil. Sementara itu, reaksi gelap (fiksasi CO2) merupakan proses pembentukan karbohidrat yang tidak memerlukan energi cahaya sehingga disebut reaksi gelap.
1).    Reaksi terang (fotolisis), bertujuan menyediakan energi untuk reaksi gelap
·         membutuhkan cahaya sebagai sumber energi untuk reaksi gelap.
·         Disebut fotolisis karena terjadi proses pemecahan molekul air oleh fotosistem dalam kloroplas.
·         Reaksi terang terjadi di membrane tilakoid (grana).
·         Pada reaksi terang ini melibatkan dua pusat reaksi yaitu Fotosistem I (FS I) dan Fotosistem II (FS II). Pada FS I terdapat klorofil a dan karotenoid yang mampu menyerap energi cahaya maksimum 700 nm (P 700). Pada FS II terdapat klorofil a dan klorofil b (P 680).
·         Tahap awal teraktivasinya klorofil yang menyebabkan elektron – elektron kaya energi tereksitasi dari FS II dan diputar melalui akseptor – akseptor (plastoquinon, sitokrom, dan plastosianin) untuk mensintesis ATP.
·         Elektron dari FS II akan masuk ke FS I. Kekurangan elektron pada FS II digantikan elektron hasil pemecahan molekul air. Proses pemecahan molekul air yang terjadi pada FS II ini disebut fotolisis.
·         Reaksi fotolisis bertujuan untuk menyediakan electron donor bagi FS II dan menyediakan H+ untuk mereduksi NADP.
·         Penambahan elektron pada FS I dan terserapnya foton oleh FS I menyebabkan elektron dari FS I tereksitasi dan diterima akseptor feredoksin, kemudian ditransfer ke NADP dan bergabubg dengan ion H+ terbentuk NADPH. H+ yang mereduksi NADP berasal dari pemecahan molekul air yang terjadi pada FS II.
·         Hasilnya ATP (dihasilkan pada fotofosforilasi siklis), NAPDH (dihasilkan fotofosforilasi nonsiklik), dan O2 (Oksigen). O2 dihasilkan pada tahap reaksi fotolisis yang terjadi pada FS II
·         Reaksi terang fotosintesis yang berlangsung dalam beberapa tahap yaitu fotofosforilasi nonsiklik, fotofosforilasi siklik dan fotolisis.

2).    Reaksi Gelap
Reaksi Gelap merupakan proses fiksasi CO2 di stroma membentuk glukosa menggunkan energi yang dihasilkan oleh reaksi terang. Dalam reaksi gelap (siklus Calvin) dikelompokkan menjadi 3 tahap, yaitu tahap fiksasi, reduksi dan regenerasi sintesis glukosa.    
·         Fiksasi CO2 oleh RuBP (Ribulosa Bifosfat) yaitu molekul beratom 5 C yang membentuk APG (asam fosfogliserat) molekul beratom 3 C. Reaksi fiksasi ini dikatalisis oleh enzim Rubisco (Ribulose Biphosphat Karboksilase).
·         Reduksi PGA menjadi molekul fosfogliseraldehida (PGAL) molekul beratom 3 C dengan mengunakan NADPH2 (12 PGAL).
·         Sintesis dan Regenerasi yaitu 10 PGAL mengalami regenerasi menjadi 5 RuBP dan 2 PGAL, digunakan untuk mensintesis glukosa molekul beratom 6 C (C6H12O6) sebagai hasil akhir dari proses fotosintesis.

1.      Fiksasi : 6 RuBP + 6 CO2 + 6 H2O → 12 PGA
                       (6 C5)        (6 C3)                   (12 C3)

2.      Reduksi: 12 PGA + 2 NADPH2  → 12 PGAL
                      (12 C3)                                (12 C3)

3.      Sintesis Regenerasi
a.       2 PGAL + 2 ATP → C6H12O6 (glukosa)
b.      10 PGAL  → 6 RuBp

2.      Percobaan – percobaan Fotosintesis
a.       Percobaan Ingenhousz
Percobaan ini bertujuan membutuhkan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen dan menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis.

Gambar 2.3 Percobaan Ingenhouze (kiri) dan Percobaan Enggelman (kanan)

Gejala yang dapat diamati adalah banyaknya gelembung yang tertampung dalam ujung tabung reaksi. Gelembung yang muncul dimungkinkan adalah oksigen. Untuk mengetahui bahwa gelembung tersebut oksigen dapat dites dengan bara api. Jika bara api menyala, maka gelembung itu adalah oksigen.
Selain faktor cahaya, masih ada faktor yang lain yang menentukan kecepatan fotosintesis, seperti suhu dan NaHCO3.
b.      Percobaan Sacchs
Percobaan Sacchs merupakan percobaan fotosintesis yang bertujuan membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum (zat tepung) dan berlangsung pada bagian tanaman yang berklorofil. Untuk menguji adanya amilum digunakan reagen Lugol, sebab dengan Lugol amilum akan tampak biru kehitaman. Sebelum ditetesi Lugol, daun dimasukkan ke dalam air mendidih maksudnya untuk mematikan sel – sel daun. Daun di masukkan ke dalam alkohol mendidih, bertujuan untuk melarutkan klorofil, serta menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan Lugol.
c.       Percobaan Engelmann
Tujuan percobaan ini adalah membuktikan bahwa dalam fotosintesis diperlukan klorofil, cahaya matahari, dan menghasilkan oksigen.
Bakteri termoaerob merupakan bakteri yang memerlukan oksigen. Fotosintesis menghasilkan oksigen. Oleh Karena itu, pada percobaan Engelmann, bakteri termoaerob mengumpul pada bagian Spyrogira yang melakukan fotosintesis.

3.      Sintesis Lemak melalui Lintasan Karbohidrat
Lemak disintesis dari karbohidrat dan protein melalui asetil KoA. Metabolisme gliserol melalui asam piruvat. Sedangkan untuk mensintesis asam lemak diperlukan KoA, yang berfungsi memutuskan atau memecah dua bagian atom C (karbon)-nya untuk membentuk asetil Ko-A. Karena pemutusan rantai karbonnya terjadi pada karbon (C) kedua pada mata rantai asam lemak, maka reaksinya dinamakan beta oksidasi. Beta Oksidasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berulang–ulang, sehingga semua atom karbon (C) pada rantai lemak berubah menjadi asetil KoA.
Asetil Ko-A juga dapat diubah kembali menjadi asam lemak, sehingga reaksi beta oksidasi disebut juga sebagai reaksi reversible (yang dapat di balik). Asam piruvat, sebagai hasil akhir metabolisme gliserol dan aetil koA bersama–sama memasuki siklus asam trikarboksilat yang merupakan langkah terakhir dari metabolisme dalam tubuh.

4.      Sintesis Protein melalui Lintasan Karbohidrat
Protein tersusun atas asam amino. Asam amino dapat disintesis dari oksaliasetat, asam piruvat, pospogliserat aldehid, PEP (phosphoenol piruvat) dan α ketogutarat. Asam – asam amino yang terbentuk selanjutnya akan disintesis oleh ribosom menjadi protein.



5.      Khemosintesis
Khemosintesis adalah peristiwa penyusunan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi kimia oleh organisme khemoautotrop. Contoh organisme khemoautotrop adalah bakteri besi, sulfur, dan nitrogen (Nitrosomonas dan Nitrosococcus).

6.      Teknologi Pengawetan Makanan
a.       Pengawetan secara Kimia
Pengawetan secara kimia adalah pengawetan menggunakan bahan kimia dan paling banyak dilakukan karena dianggap murah dan mudah, meliputi :
1).    Pengasaman (pH rendah) yaitu dengan penambahan asam organik seperti asam benzoat dan asam laktat. Contoh pembuahan asinan sawi dan buah – buahan.
2).    Pengasinan/penggaraman yaitu memberikan konsentrasi larutan garam yang lebih pekat dari cairan sel bakteri sehingga bakteri menjadi mati. Contoh pembuatan ikan asin.
3).    Pemanisan yaitu memberikan konsentrasi larutan gula yang lebih pekat sehingga bekteri menjadi mati. Contoh pembuatan manisan buah – buahan.
4).    Pemberian antibiotik antara lain tetrasiklin, oksitetrasiklin, dan klortetrasiklin untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
5).    Fumigasi yaitu pengawetan dengan gas etilenoksida dan propilenoksida. Oksida yang kuat dari gas dapat menyebabkan terbunuhnya mikroba.

b.      Pengawetan Secara Fisika
1).    Desikasi (pengeringan) yaitu dengan cara mengurangi kandungan air sehingga kandungan air yang tersedia tidak cukup untuk hidup bakteri. Contoh selai pisang dan kismis.
2).    Suhu rendah yang bertujuan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga daya awet makanan tidak terlalu lama. Contoh telur, daging, dan sayuran.
3).    Suhu tinggi yang bertujuan merusak enzim – enzim metabolisme bakteri sehingga tidak dapat aktif lagi. Contoh untuk mengawetkan tepung kering.

c.       Pengawetan secara biologi
Pengawetan secara biologi pada awalnya digunakan untuk menyimpan makanan ternak, tetapi sekarang teknik fermentasi banyak digunakan untuk mengawetkan makanan dalam skala industri seperti sosis dan miso.

d.      Pengawetan secara Radiasi
Pengawetan ini dilakukan dengan sinar – sinar yang memiliki panjang gelombang pendek seperti sinar X, ultraviolet, gamma. Tujuannya untuk membunuh mikrobia karena menyebabkan ionisasi materi genetik bakteri dan menghambat pertunasan.
 Contoh pengawetan pada biji-bijian, umbi – umbian, dan buah-buahan.

e.       Pengalengan
Pengawetan ini merupakan gabungan pengawetan secara fisika dan kimia. Dikatakan secara fisika sebab dalam kondisis hampa udara, dan secara kimia karena diberi rasa (asam, manis, dan sebagainya).
    
Contoh soal


1.      Pernyataan yang benar tentang glikolisis adalah ….
a.       Peristiwa pemecahan glukosa menjadi asam piruvat yang berlangsung di motokondria dalam suasana aerob
b.      Peristiwa pemecahan molekul C6 menjadi C2 dalam suasana anaerob yang berlangsng di sotoplasma
c.       Peristiwa pemecahan glukosa menjadi asam piruvat yang berlangsung di sitosol dalam suasana anaerob
d.      Peristiwa pemecahan glukosa manjadi Asetil koA yang berlangsung di sitosol dalam suasana aerob
e.       Peristiwa pemecahan glukosa menjadi asam piruvat yang berlangsung di membrane Krista dalam suasana anaerob

Pembahasan :
Glikolisis adalah peristiwa pemecahan glukosa (C6) menjadi asam piruvat (2 C3) yang berlangsung di sitosol sitoplasma dalam suasana anaerob.
Jawaban C


2.      Pada awal reaksi gelap (siklus Calvin), CO2 dari atmosfer memasuki stomata daun bersenyawa dengan …
A.    PGAL                                     D.  PEP
B.     PGA                            E.  H2O
C.     RuBp

Pembahasan :
CO2 difiksasi oleh RuBp pada saat pertamakali reaksi gelap   
Jawaban C



Latihan Soal


1.      Perhatikan skema kerja enzim berikut !
Sifat enzim yang sesuai dengan skema ini adalah ….
A.    bekerja secara spesifik
B.     merupakan katalisator
C.     hanya efektif pada suhu tertentu
D.    bekerja pada substrat tertentu
E.     hanya bekerja pada pH tertentu

2.      Perhatikan grafik hubungan antara kerja enzim dengan energi berikut.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari grafik diatas adalah ….
A.    produk dari suatu reaksi tanpa enzim atau dengan enzim tidak tergantung pada energi pengakifan
B.     materi enrgi dari molekul dengan reaksi tanpa enzim memerlukan energi pengaktifan lebih sedikit dari pada reaksi dengan enzim                    
C.     energi reaksi tanpa enzim akan menghasilkan produk yang berlebihan
D.    reaksi tanpa enzim memerlukan energi pengaktifan lebih sedikit
E.     reaksi dengan enzim memerlukan energi pengaktifan lebih sedikit

3.      Berikut merupakan peristiwa katabolisme, kecuali ….
A.    respirasi aerob
B.     fermentasi alkohol
C.     pembusukan
D.    fermentasi laktat
E.     fotosintesis

4.      Bakteri nitrifikasi mampu membentuk karbohidrat secara .…
A.    aerob
B.     anaerob
C.     fermentasi
D.    khemosintesis
E.     fotosintesis

5.      Di dalam sel terdapat enzim yang berfungsi menguraikan peroksida menjadi air dan oksigen yang bekerja pada kondisi .…
A.    suhu tinggi                  D. pH asam
B.     suhu rendah                 E.  pH basa
C.     pH netral

6.      Komponen enzim yang berfungsi aktif untuk menurunkan energi aktivasi dalam reaksi metabolisme adalah ….
A.    apoenzim         D..gugus protestik
B.     koenzim           E.  holoenzim
C.     kofaktor

7.      Enzim dapat berfungsi mempercepat reaksi karena ….
A.    dapat memulai reaksi kimia dan ikut bereaksi
B.     ikut bereaksi dan tidak terbentuk kembali
C.     memulai reaksi, ikut bereaksi dan terbentuk kembali
D.    dapat menurunkan energi aktivasi reaksi
E.     menekan kerja inhibitor

8.      Berikut ini yang bukan merupakan sifat enzim adalah ….
A.    bekerja secara spesifik
B.     enzim adalah protein
C.     berperan bolak – balik
D.    rusak pada suhu tinggi
E.     bekerja dengan cepat

9.      Produk – produk penting dalam glikolisis adalah ….
A.    H2O, ATP, dan asam piruvat       
B.     H2O, asam piruvat, dan Asetil koA    
C.     ATP, asam piruvat, dan NADH2    
D.    asam piruvat, Asetil KoA, dan H+      
E.     ATP, Asam piruvat, dan Asetil KoA

10.  Pada peristiwa siklus Krebs, enzim sitrat sintetase berperan untuk mengubah ….
A.    fosfoenol piruvat menjadi piruvat
B.     asam piruvat menjadi asam malat
C.     asam suksinat dan asam fumarat
D.    asam malat menjadi asam sitrat
E.     asetil KoA menjadi asam sitrat

11.  Tempat terjadinya ATP yang dihasilkan dari sistem sitokrom adalah ….
B.     mitokondria dengan 34 ATP
C.     mitokondria dengan 18 ATP
D.    sitoplasma dengan 30 ATP
E.     nukleolus dengan 34 ATP

12.  Berdasarkan perolehan energi, perbedaan antara respirasi anaerob dengan aerob adalah ….
Respirasi anaerob
Respirasi aerob
A. 2 ATP
30 ATP
B. 2 ATP
38 ATP
C. 4 ATP
34 ATP
D. 4 ATP
36 ATP
E. 4 ATP
38 ATP

13.  Dibawah ini senyawa – senyawa yang dihasilkan dalam proses metabolisme :
1).    Asam piruvat               4).  NADH2
2).    Glukosa                       5).  NADPH2
3).    ATP Oksigen
Senyawa yang dihasilkan pada realsi glikolisis adalah ….
A.    1,2, dan 3                    D. 3, 4, dan 6
B.     1, 3, dan 4                   E.  3, 5, dan 6
C.     3, 4, dan 5

14.  Persamaan reaksi pada pernafasan aerob adalah sebagai berikut.
C6H12O6 → 6H2O + 6 CO2 + Energi
Total energi yang dibebaskan adalah ….
A.    28 ATP                        D.  36 ATP
B.     30 ATP                        E.  38 ATP
C.     34 ATP

15.  Klorofil terdapat di dalam kloroplas. Untuk mengekstraknya diperlukan bantuan ….
A.    air panas                      D. lugol
B.     larutan iodium             E.  alkohol
C.     reagen Benedict

16.  Fermentasi alkohol yang dikerjakan oleh Sacharomyces dalam larutan yang mengandung glukosa dapat dituliskan dalam persamaan reaksi
A.    C6H12O6 → C2H5OH + CO2
B.     C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2 + 28 kkal
C.     C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2 + O2
D.    C6H12O6 → 2C3H4O5 + 2 H2
E.     C6H12O6 → C2H5OH + 2 H2O + 2 CO2

17.  Peristiwa awal dari proses fotosimtesis adalah ….
A.    terurainya CO2
B.     ioonisasi CO2
C.     terurainya molekul H2O
D.    terurainya Klorofil
E.     teraktiviasnya klorofil

18.  Contoh proses difusi terjadi pada benda hidup adalah ….
A.    masuknya mineral dari air tanah ke dalam sel akar
B.     masuknya air tanah ke dalam sel akar
C.     mengalirnya air dari akar ke daun
D.    masuknya oksigen dari udara ke dalam darah di paru – paru
E.     masuknya udara ke paru – paru pada proses pernapasan

19.  Respirasi sel melalui glikolisis. Glikolisis adalah ….
A.    fermentasi asam piruvat menjadi etanol
B.     oksidasi asam piruvat menjadi CO2 dan H2O
C.     produksi asam piruvat dari glukosa dari glukosa
D.    pengubahan hlikogen menjadi glukosa
E.     perombakan asam amino menjadi asam laktat

20.  Oksigen yang dihasilkan pada fotosintesis adalah ….
A.    reaksi terang pada saat fotolisis
B.     reaksi terang pada saat sensitibilitas
C.     reaksi gelap pada saat oksidasi CO2
D.    reaksi gelap saat berlangsung fiksasi CO2
E.     reaksi gelap saat pengubahan PGAL menjadi glukosa

21.  Fotofosforilasi siklik adalah ….
A.    sintesis ATP dalam kloroplas, elektron berawal dari P700 dan tidak kembali ke P700
B.     sintesis ATP dalam kloroplas, elektron berawal dari P700 dan kembali ke P700
C.     sintesis ATP dalam kloroplas, elektron berawal dari P680 dan tidak kembali ke P680
D.    sintesis ATP dalam kloroplas, electron berawal dari P680 dan berakhir ke P680
E.     sintesis ATP di matrik mitokondria

22.  Perhatikan gambar eksperimen berikut!

Berdasarkan gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor–faktor yang berpengaruh pada proses fotosintesis adalah ….
A.    hydrilla dan tabung reaksi
B.     hidrilla dan H2O
C.     cahaya dan CO2
D.    cahaya dan O2
E.     H2O dan NaHCO3

23.  Reaksi kimia yang sesuai dalam peristiwa fotolisis adalah ….
A.    H2O + CO2 → C6H12O6
B.     H2O2 → H2O + O2
C.     H2 + O2 → H2O
D.    2 H2O → 4 H+ + O2
E.     H2O2 → 2H+ + O2

24.  Pembentukan oksigen pada proses fotosintesis terjadi pada tahapan ….
A.    reaksi terang     D.  fotosistem I
B.     reaksi gelap       E.  fotosistem II
C.     siklus Calvin
25.  Dibawah ini senyawa – senyawa yang dihasilkan dalam proses metabolisme.
1).    Asam piruvat      4). NADH2
2).    Glukosa              5). NADPH2
3).    ATP                    6). Oksigen
Senyawa yang dihasilkan pada reaksi terang adalah ….
A.    1,2, dan 3                    D. 3, 4, dan 6
B.     2,3 dan 5                     E.  3, 5, dan 6
C.     3, 4, dan 5

26.  Dalam fotosintesis daur Calvin berfungsi untuk ….
A.    pembebasan O2 dan penghasil ATP
B.     pengikatan O2 dan pembebasan O2
C.     pengikatan O2 dan pembebasan CO2
D.    pengikatan CO2 dan pembentukan gula
E.     pengikatan CO2 dan pengikatan gula



27.  Perhatikan diagram reaksi berikut!


NADPH yang dihasilkan pada reaksi terang akan digunakan pada reaksi gelap pada tahap ….
A.    1                                  D.  4
B.     2                                  E.  5
C.     3

28.  Tes amilum untuk menguji hasil fotosintesis dilakukan pada tumbuhan hijau sebab ….
A.    daun merupakan organ yang paling banyak mengandung klorofil
B.     fotosintesis hanya terjadi pada daun
C.     hanya daun yang terkena cahaya matahari secara langsung
D.    pada daun terdapat stomata
E.     bahan baku fotosintesis sudah tersedia pada daun

Sumber : http://antonsribudaya.blogspot.co.id/2014/07/materi-kelas-xii-ipa-metabolisme.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS